About

Pages

Senin, 21 Desember 2015

manajemen peserta didik

Penerimaan Peserta Didik Baru dan Pengelompokkan Peserta Didik
 
Penerimaan Peserta Didik Baru
A.    Kebijakan Penerimaan Peserta Didik
Kebijakan operasional penerimaan peserta didika baru , membuat aturan mengenai jumlah peserta didik yang dapat diterima disuatu sekolah. penentuan mengenai jumlah peserta didik, tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada disekolah (faktor kondisional sekolah). faktor kondisional tersebut meliputi: daya tampung kelas baru, kriteria mengenai siswa yang dapat diterima, anggaran yang tersedia , prasarana dan sarana yang ada, tenaga kependidikan yang tersedia, jumlah peserta didik yang tinggal dikelas satu, dan sebagainya.
Kebijakan operasional penerimaan peserta didik, juga memuat sistem pendaftaran dan seleksi atau penyaringan yang diberlakukan untuk peserta didik. Selain itu, kebijakan penerimaan peserta didik, juga berisi mengenai waktu pendaftaran, kapan dimulai dan kapan diakhiri.
B.     Sistem Penerimaan Peserta Didik
Ada dua macam sistem penerimaan peserta didik baru. Pertama, dengan menggunakan sistem promosi, sedangkan yang kedua dengan menggunakan sistem seleksi. Sistem promosi adalah penerimaan peserta didik, yang sebelumnya tanpa menggunakan seleksi. Mereka yang mendaftar sebagai peserta didik disuatu sekolah, diterima semua begitu saja.
Kedua, adalah sistem seleksi. Sistem seleksi ini dapat digolongkan menjadi 3 macam. Pertama, seleksi berdasarkan daftar nilai ujian akhir nasional (UAN), yang kedua berdasarkan penulusuran minat dan kemampuan, sedangkan yang ketiga adalah seleksi berdasarkan hasil tes masuk.
Sistem seleksi dengan penelurusan minat dan kemampuan (PMDK) dilakukan dengan cara mengamati secara menyeluruh terhadap peserta didik pada sekolah sebelumnya. Prestasi tersebut diamati melalui buku raport semester pertama sampai dengan raport teakhir.
Sistem seleksi dengan tes masuk adalah, bahwa mereka yang mendaftar di suatu sekolah terlebih dahulu diwajibkan menyelesaikan serangkaian tugas yang berupa soal-soal tes. Jika yang bersangkutan dapat menyelesaikan suatu tugas berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan, maka ia akan diterima.
Sistem seleksi dilakukan melalui dua tahap, ialah seleksi administratif dan seleksi akademik. Seleksi administratif adalah seleksi atas kelengkapan-kelengkapan administratif calon, apakah kelengkapan-kelengkapan administratif yang dipersyaratkan bagi calon telah dipenuhi atau tidak.
C.     Kriteria penerimaan peserta didik baru
Yang dimaksud dengan kriteria adalah patokan-patokan yang menentukan bisa tidaknya seseorang untuk diterima sebagai peserta didik atau tidak. Ada dua macam kriteria penerimaan peserta didik. Pertama, adalah kriteria acuan patokan (standard criterian referenced), yaitu status penerimaan peserta didik yang didasarkan atas patokan-patokan yang telah ditentukan sebelumnya.
Kedua, kriteria acuan norma (norma crtiterian referenced), yaitu status penerimaan calon peserta didik yang didasarkan atas keseluruhan prestasi peserta didik yang mengikuti seleksi. Keseluruhan prestasi peserta didik dijumlah, kemudian dicari reratanya.
Ketiga kriteria yang didasarkan atas daya tampung sekolah, sekolah terlebih dahulu menentukan berapa jumlah daya tampungnya, atau berapa calon peserta didik baru yang akan diterima. Setelah sekolah menentukan, kemudian merengking prestasi siswa mulai dari yang berprestasi paling tinggi sampai dengan prestasi paling rendah.
D.    Prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru
1.      Pembentukan panitia penerimaan
2.      Rapat penerimaan peserta diidik
3.      Pembuatan, pengiriman/pemasangan pengumuman
4.      Pendaftaran calon peserta didik baru
5.      Seleksi peserta didik baru
6.      Penentuan peserta didik yang diterima
7.      Pendaftaran ulang
8.      Problema penerimaan peserta didik baru


Pengelompokkan Peserta Didik
A.    Pengelompokkan Peserta Didik
Pengelompokkan dimaksudkan untuk mengotak-kotakan peserta didik, melainkan justru bermaksud membentu mereka agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Dengan adanya pengelompokkan peserta didik, juga mudah dikenali.
Alasan pengelompokkan peserta didik juga didasarkan atas realitas bahwa peserta didik secara terus menerus bertumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik satu dengan yang lain berbeda. Agar perkembangan peserta didik yang cepat tidak mengganggu peserta didik yang lambat dan sebaliknya.
B.     Jenis-jenis Pengelompokkan Peserta Didik
Mitchun (1960) mengemukakan dua jenis pengelompokkan peserta didik:
Ø  Ability grouping adalah pengelompokkan berdasarkan kemampuan didalam setting sekolah.
Ø  Sub-grouping with in the class adalah pengelompokkan berdasarkan kemampuan dalam setting kelas.
1.      Pengelompokkan berdasarkan karakteristik
a.      Pengelompokkan berdasarkan minat (interest grouping)
b.      Pengelompokkan berdasarkan kebutuhan khusus (special need-grouping)
c.       Pengelompokkan beregu (team grouping)
d.      Pengelompokkan tutorial (tutorial grouping)
e.       Pengelompokkan penelitian (research grouping)
f.       Pengelompokkan kelas utuh (full class grouping)
g.      Pengelompokkan kombinasi (combined class grouping)
2.      Pengelompokkan berdasarkan realitas pendidikan sekolah
Menurut Regan (1996), ada tujuh macam pengelompokkan atau grouping. Pengelompokkan yang dikemukakan oleh Regan tersebut didasarkan atas realitas pendidikan disekolah dasar.    
a.       SD tanpa tingkat (the non grade elementary school).
b.      Pengelompokkan kelas rangkap (multi grade and multi ade grouping)
c.       Pengelompokkan kemajuan rangkap (the dual progress plan grouping)
d.      Penempatan sekelompok siswa pada seorang guru (self-contined classroom)
e.       Pembelajaran beregu (team teaching)
f.       Pengelompokkan berdasarkan kemampuan (ability grouping)
3.      Dasar-dasar pengelompokkan peserta didik
Hendayat Soetopo (1982) mengemukakan empat dasar pengelompokkan peserta didik, yaitu:
a.       Pengelompokkan berdasarkan kesukaan memilih teman (friendship grouping)
b.      Pengelompokkan berdasarkan prestasi (achievement grouping)
c.       Pengelompokkan berdasarkan bakat (aptitude grouping)
d.      Pengelompokkan berdasarkan minat (attention or interest grouping)
e.       Pengelompokkan berdasarkan kecerdasan (intelegent grouping)
Dari sumber lain ada juga dalam pembelajaran peserta didik dapat diklasifikasi kedalam tiga kelompok yaitu:
1)      Kelompok normal
Mengembangkan pemahaman tentang prinsip dan praktik aplikasi, mengembangkan kemampuan praktik akademik yang berhubungan dengan pekerjaan.
2)      Kelompok sedang
Mengembangkan kemahiran berkomunikasi, kemahiran menggali potensi diri, dan aplikasi praktikal, mengembangkan kemahiran akademik dan kemahiran sehubungan dengan perkembangan dunia kerja maupun melanjutkan program pendidikan profesioanl.
3)      Kelompok tinggi
Mengembangkan pemahaman tentang prinsip, teori dan aplikasi. Mengembangkan kemampuan akademik untuk memasuki pendidikan tinggi.

 

4 komentar:

  1. terima kasih atas materinya yang sangat bermanfaat bagi saya. :)

    BalasHapus
  2. Bagus. Dapat pengetahuan lagi. Thanks

    BalasHapus
  3. The Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of
    The Wizard of Wizard of w88 Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard microtouch titanium trim of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard titanium jewelry for piercings of Wizard of dafabet Wizard of Wizard of Wizard of titanium mens wedding band Wizard of

    BalasHapus