Penerimaan Peserta Didik Baru dan Pengelompokkan
Peserta Didik
Penerimaan
Peserta Didik Baru
A.
Kebijakan Penerimaan Peserta Didik
Kebijakan
operasional penerimaan peserta didika baru , membuat aturan mengenai jumlah
peserta didik yang dapat diterima disuatu sekolah. penentuan mengenai jumlah
peserta didik, tentu juga didasarkan atas kenyataan-kenyataan yang ada
disekolah (faktor kondisional sekolah). faktor kondisional tersebut meliputi:
daya tampung kelas baru, kriteria mengenai siswa yang dapat diterima, anggaran
yang tersedia , prasarana dan sarana yang ada, tenaga kependidikan yang tersedia,
jumlah peserta didik yang tinggal dikelas satu, dan sebagainya.
Kebijakan
operasional penerimaan peserta didik, juga memuat sistem pendaftaran dan
seleksi atau penyaringan yang diberlakukan untuk peserta didik. Selain itu,
kebijakan penerimaan peserta didik, juga berisi mengenai waktu pendaftaran,
kapan dimulai dan kapan diakhiri.
B.
Sistem Penerimaan Peserta Didik
Ada
dua macam sistem penerimaan peserta didik baru. Pertama, dengan menggunakan
sistem promosi, sedangkan yang kedua dengan menggunakan sistem seleksi. Sistem
promosi adalah penerimaan peserta didik, yang sebelumnya tanpa menggunakan
seleksi. Mereka yang mendaftar sebagai peserta didik disuatu sekolah, diterima
semua begitu saja.
Kedua,
adalah sistem seleksi. Sistem seleksi ini dapat digolongkan menjadi 3 macam.
Pertama, seleksi berdasarkan daftar nilai ujian akhir nasional (UAN), yang
kedua berdasarkan penulusuran minat dan kemampuan, sedangkan yang ketiga adalah
seleksi berdasarkan hasil tes masuk.
Sistem
seleksi dengan penelurusan minat dan kemampuan (PMDK) dilakukan dengan cara
mengamati secara menyeluruh terhadap peserta didik pada sekolah sebelumnya.
Prestasi tersebut diamati melalui buku raport semester pertama sampai dengan
raport teakhir.
Sistem
seleksi dengan tes masuk adalah, bahwa mereka yang mendaftar di suatu sekolah
terlebih dahulu diwajibkan menyelesaikan serangkaian tugas yang berupa
soal-soal tes. Jika yang bersangkutan dapat menyelesaikan suatu tugas
berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan, maka ia akan diterima.
Sistem
seleksi dilakukan melalui dua tahap, ialah seleksi administratif dan seleksi
akademik. Seleksi administratif adalah seleksi atas kelengkapan-kelengkapan
administratif calon, apakah kelengkapan-kelengkapan administratif yang
dipersyaratkan bagi calon telah dipenuhi atau tidak.
C.
Kriteria penerimaan peserta didik baru
Yang
dimaksud dengan kriteria adalah patokan-patokan yang menentukan bisa tidaknya
seseorang untuk diterima sebagai peserta didik atau tidak. Ada dua macam
kriteria penerimaan peserta didik. Pertama, adalah kriteria acuan patokan
(standard criterian referenced), yaitu status penerimaan peserta didik yang
didasarkan atas patokan-patokan yang telah ditentukan sebelumnya.
Kedua,
kriteria acuan norma (norma crtiterian referenced), yaitu status penerimaan
calon peserta didik yang didasarkan atas keseluruhan prestasi peserta didik
yang mengikuti seleksi. Keseluruhan prestasi peserta didik dijumlah, kemudian
dicari reratanya.
Ketiga
kriteria yang didasarkan atas daya tampung sekolah, sekolah terlebih dahulu
menentukan berapa jumlah daya tampungnya, atau berapa calon peserta didik baru
yang akan diterima. Setelah sekolah menentukan, kemudian merengking prestasi
siswa mulai dari yang berprestasi paling tinggi sampai dengan prestasi paling
rendah.
D.
Prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru
1.
Pembentukan panitia penerimaan
2.
Rapat penerimaan peserta diidik
3.
Pembuatan, pengiriman/pemasangan pengumuman
4.
Pendaftaran calon peserta didik baru
5.
Seleksi peserta didik baru
6.
Penentuan peserta didik yang diterima
7.
Pendaftaran ulang
8.
Problema penerimaan peserta didik baru
Pengelompokkan Peserta Didik
A.
Pengelompokkan Peserta Didik
Pengelompokkan
dimaksudkan untuk mengotak-kotakan peserta didik, melainkan justru bermaksud
membentu mereka agar dapat berkembang seoptimal mungkin. Dengan adanya
pengelompokkan peserta didik, juga mudah dikenali.
Alasan
pengelompokkan peserta didik juga didasarkan atas realitas bahwa peserta didik
secara terus menerus bertumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik satu dengan yang lain berbeda. Agar perkembangan peserta didik
yang cepat tidak mengganggu peserta didik yang lambat dan sebaliknya.
B.
Jenis-jenis Pengelompokkan Peserta Didik
Mitchun
(1960) mengemukakan dua jenis pengelompokkan peserta didik:
Ø
Ability grouping adalah
pengelompokkan berdasarkan kemampuan didalam setting sekolah.
Ø
Sub-grouping with
in the class adalah pengelompokkan berdasarkan kemampuan dalam setting kelas.
1.
Pengelompokkan berdasarkan karakteristik
a.
Pengelompokkan berdasarkan minat (interest grouping)
b.
Pengelompokkan berdasarkan kebutuhan khusus (special need-grouping)
c.
Pengelompokkan beregu (team
grouping)
d.
Pengelompokkan tutorial (tutorial grouping)
e.
Pengelompokkan penelitian (research grouping)
f.
Pengelompokkan kelas utuh (full class grouping)
g.
Pengelompokkan kombinasi (combined class grouping)
2.
Pengelompokkan berdasarkan realitas pendidikan sekolah
Menurut
Regan (1996), ada tujuh macam pengelompokkan atau grouping. Pengelompokkan yang
dikemukakan oleh Regan tersebut didasarkan atas realitas pendidikan disekolah
dasar.
a.
SD tanpa tingkat (the
non grade elementary school).
b.
Pengelompokkan kelas rangkap (multi grade and multi ade grouping)
c.
Pengelompokkan kemajuan rangkap (the dual progress plan grouping)
d.
Penempatan sekelompok siswa pada seorang guru (self-contined classroom)
e.
Pembelajaran beregu (team
teaching)
f.
Pengelompokkan berdasarkan kemampuan (ability grouping)
3.
Dasar-dasar pengelompokkan peserta didik
Hendayat
Soetopo (1982) mengemukakan empat dasar pengelompokkan peserta didik, yaitu:
a.
Pengelompokkan berdasarkan kesukaan memilih teman (friendship grouping)
b.
Pengelompokkan berdasarkan prestasi (achievement grouping)
c.
Pengelompokkan berdasarkan bakat (aptitude grouping)
d.
Pengelompokkan berdasarkan minat (attention or interest grouping)
e.
Pengelompokkan berdasarkan kecerdasan (intelegent grouping)
Dari
sumber lain ada juga dalam pembelajaran peserta didik dapat diklasifikasi
kedalam tiga kelompok yaitu:
1)
Kelompok normal
Mengembangkan
pemahaman tentang prinsip dan praktik aplikasi, mengembangkan kemampuan praktik
akademik yang berhubungan dengan pekerjaan.
2)
Kelompok sedang
Mengembangkan
kemahiran berkomunikasi, kemahiran menggali potensi diri, dan aplikasi
praktikal, mengembangkan kemahiran akademik dan kemahiran sehubungan dengan perkembangan
dunia kerja maupun melanjutkan program pendidikan profesioanl.
3)
Kelompok tinggi
Mengembangkan
pemahaman tentang prinsip, teori dan aplikasi. Mengembangkan kemampuan akademik
untuk memasuki pendidikan tinggi.






terima kasih atas materinya yang sangat bermanfaat bagi saya. :)
BalasHapusBagus. Dapat pengetahuan lagi. Thanks
BalasHapusoke makasih :)
BalasHapusThe Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of
BalasHapusThe Wizard of Wizard of w88 Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard microtouch titanium trim of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard of Wizard titanium jewelry for piercings of Wizard of dafabet Wizard of Wizard of Wizard of titanium mens wedding band Wizard of